Sistem Manajemen Nasional dan Revitalisasi Otonomi Daerah (Bagian 1: Pendahuluan)

dermaga-canti

Dalam pengertian pembangunan ekonomi nasional maka manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem, sehingga digunakanlah istilah “sistem manajemen nasional (Sismennas)” (Modul 1 dan 2 Sismennas, PPRA XLIII Lemhannas, 2009:21). Layaknya sebuah sistem, pembahasannya bersifat komprehensif-integral. Orientasinya adalah pada penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. Dengan demikian sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar, landasan, pedoman dan sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) maupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum maupun pembangunan.

Pada dasarnya sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara tata nilai, struktur, dan proses untuk mencapai kehematan, daya guna, dan hasil guna sebesar mungkin dalam menggunakan sumber dana dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation), pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation), dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. Pencapaian proses yang serasi dan terpadu tersebut semestinya dilaksanakan secara bersih dan berwibawa (good governanace).

Sismennas adalah suatu sistem yang memadukan faktor karsa, sarana, dan upaya (“Ends – Means – Ways”) dalam penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pembangunan nasional menuju tujuan yang ditetapkan. Tata hubungan antara faktor-faktor tersebut adalah: embanan nasional sebagai faktor karsa merupakan faktor pemberi arah dari keseluruhan proses mencapai tujuan nasional. Organisasi yang memadukan sumber daya dan sumber dana sebagai faktor sarana, dan manajemen sebagai pengendali menuju tujuan yang ditetapkan merupakan faktor upaya. Tata hubungan faktor karsa, sarana, upaya dalam implementasi berwujud menjadi perencanaan, penganggaran, dan penyusunan program. Perencanaan yang berkaitan dengan penentuan sasaran yang ingin dicapai sebagai faktor karsa; Penganggaran yang berkaitan dengan pengerahan sumber daya dan sumber dana sebagai faktor sarana; dan Penyusunan Program dan Kegiatan dengan menerapkan teknologi dan manajemen yang baik adalah faktor upaya.

Otonomi daerah yang digulirkan merupakan bagian dari implementasi Sismennas. Dengan telah di undangkannya Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah telah terjadi perubahan mendasar dalam pengaturan pemerintahan di Indonesia yang memberikan peran sentral kepada DPRD dalam menentukan jalannya pemerintahan daerah.  Dalam UU ini ditegaskan kepala daerah bertanggung jawab kepada DPRD, yang apabila pertangggungjawabannya tidak diterima oleh DPRD, DPRD dapat mengusulkan pemberhentian kepala daerah yang bersangkutan. Selain itu kewenangan Pemerintah Daerah sangat besar dimana sebagian pihak mengatakan UU No. 22/1999 merupakan sistem pemerintahan semi negara federal. Setelah berlakunya amandemen ke IV UUD 1945 tahun 2002, UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyempurnakan UU No. 22/1999 dan UU No. 33 tahun 2004 yang menyempurnakan UU No. 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan mulai diberlakukan, otonomi daerah diyakini akan lebih berhasil mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah. Namun demikian pelaksanaan otonomi daerah  selama ini  masih belum dapat diselenggarakan secara harmonis serasi dan selaras.

Kondisi ini tentu saja berdampak kepada pembangunan ekonomi nasional yang diselenggarakan oleh seluruh bangsa Indonesia dalam upayanya untuk keluar dari krisis multidimensi yang dampaknya masih dirasakan hingga saat ini. Di samping banyak kemajuan yang telah dicapai, masih banyak pula tantangan atau masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini menunjukan penyelenggaraan otonomi daerah sebagai motor kegiatan pembangunan belum berjalan secara optimal mendukung pembangunan nasional.

Dihadapkan pada  perkembangan konstelasi global, peradaban dunia sedang mengarah kepada proses transformasi menuju kearah masyarakat terbuka, dimana jarak antara negara menjadi semakin bias. Proses ini meningkatkan arus interaksi antar manusia dan antar bangsa pada semua segi kehidupan.  Meningkatnya kecanggihan teknologi dan dinamika ekonomi modern menuntut bangsa Indonesia bukan hanya sekedar mampu mengantisipasi dan menguasai berbagai masalah ekonomi, politik dan teknologi, tetapi juga harus dapat mempersiapkan kemampuan daya saing daerah-daerah. Optimalisasi otonomi daerah menjadi sangat strategis dalam upaya meningkatkan pembangunan nasional agar terwujud Ketahanan Nasional yang tangguh. Untuk  itu perlu adanya upaya-upaya nyata yang dapat mengimplementasikan Sismennas melalui revitalisasi penyelenggaraan otonomi daerah guna meningkatkan pembangunan ekonomi nasional dalam mendukung integrasi nasional bangsa Indonesia.  Lalu yang menjadi pokok permasalahannya adalah “Bagaimana mengimplementasikan Sismennas melalui revitalisasi penyelenggaraan otonomi daerah guna pembangunan ekonomi nasional dalam rangka memperkokoh integrasi nasional?” Pertanyaan besar di atas dapat kita uraikan menjadi beberapa poin:

  1. Bagaimana implementasi sismennas melalui revitalisasi penyelenggaraan otonomi daerah selama ini dan pengaruhnya terhadap pembangunan ekonomi nasional serta integrasi nasional?
  2. Bagaimana lingkungan strategis yang dihadapi yang berpengaruh terhadap implementasi sismennas tersebut selama ini serta peluang dan kendalanya di masa mendatang?
  3. Bagaimana seyogyanya implementasi Sismennas melalui revitalisasi penyelenggaraan otonomi daerah tersebut dilakukan agar pembangunan ekonomi dan upaya memperkokoh integrasi nasional berhasil?
  4. Bagaimana rumusan konsepsi mewujudkan harapan tersebut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>